Home / Kisah sukses / Seorang Wartawan Yang Di PHK Sukses Menjadi Seorang Penulis

Seorang Wartawan Yang Di PHK Sukses Menjadi Seorang Penulis

Agoeng Widyatmoko (36). Warga Yogyakarta yang dulunya berkerja sebagai wartawan disalah satu perusahaan media. Namun perusahaan tempatnya bekerja tutup pada tahun 2005, imbasnya beliaupun di PHK.

Kebanyakan orang pasti mencari kerja lagi, tetapi tidak dengan Agoeng Widyatmoko, beliau lantas mengembangkan keahlian yang ada pada dirinya, yaitu mencoba untuk menulis buku. Memang agoeng terbilang sedikit agak nekat. Apalagi uang pesangon yang didapatnya tidak begitu terbilang besar.

Agoeng memang sudah lama mengincar usaha dalam bidang penulisan ini. Bagaimana tidak, sesuai profesi dahulu sebagai wartawan yang digelutinya, tentu beliau begitu banyak memilki pengalaman, pengetahuan.

Namun, untuk memulai usaha dan membangunnya tidak semudah membalikan telapak tangan, semua itu butuh proses. Apalagi pada saat itu belum bayak orang yang tau apa saja yang bisa dikreasikan dalam jasa penulisan.

Advertisement


Dengan keyakinan dan tekat yang kuat agoeng membuat buku pertamanya pada tahun 2005 dengan judul “ Cara Jitu Untuk Mendapatkan Kredit Bank –Panduan Untuk UKM “. Namun, buku pertama yang dibuatnya gagal dipsaran. Agoeng tidak putus asa, berawal dari kegagalan beliau belajar, belajar dan belajar.

Sukses Setelah Di PHK

Sukses Setelah Di PHK

Pada tahun 2006 agoeng merilis kembali buku keduanya dengan judul “ 100 Peluang Usaha “. Tidak lama kemudian buku kedua yang dibuatnya lansung meledak dipasaran dan buku itu lansung masuk kedalam ketegori “ Best Seller “. Pada akhirnya buku kedua yang berjudul “ 100 Peluang Usaha “ dicetak ulang hingga 7 (tujuh) kali.  Selanjutnya beliau meliris kembali buku yang ketiga dengan judul ” Peluang Usaha Untuk Pensiunan

Agoeng lantas sering diundang untuk mengisi seminar-seminar dibeberapa kota dengan pembahasan tentang wirausaha. Dan undangan pertamanya untuk mengisi meteri wirausaha dipulau bangka.

Anita Merfi istri dari Agoeng Widyatmoko yang menikah pada tahun 2007 yang bekerja diperusahaan advertising mempunyai tekat untuk membantu membesarkan usaha sang suami yaitu jasa penulisan, dan kemudian usaha mereka dinamai “ DapurTulis “. Kemudian sang istri memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan membantu suami untuk memasarkan buku karya tulisnya.

Karena pada saat itu jasa penulisan belum popular, untuk mendapat klien, mereka harus jualan ke mana-mana. “Pokoknya yang ada peluang bikin annual report, buku biografi, sampai mengisi konten website kami coba tawari,” papar Agoeng. Dengan bermodal kartu nama yang ditulis jasa-jasa yang bisa mereka lakukan.

“Salah satu perjuangan berat kami adalah menjalankan usaha di rumah petak kontrakkan. Bukan saja ukuran tempatnya terbatas, ngak mungkin dong mengajak klien meeting di rumah petak,” kata Agoeng sembari tertawa. “ Alhambulillah klien pertama disuruh mengisi konten website wisata internasional, Singapore Tourism Board.” Lanjutnya.

Semenjak itu, agoeng mulai mendapatkan beberpa pekerjaan penulisan yang memilki omset cukup lumayan. Berkat referensi pakerjaan dari senuah lembaga internasional, Singapore Tourism Board. Dengan dibantu beberapa karyawan tetap dan lepas, kini “ DapurTulis ”  mendapat orderan yang bergam. Dari memuat annual report, menulis biografi sejumlah orang, hingga mengisi konten website.

“Beberapa yang membanggakan kami adalah dua buku biografi yang kami bantu penulisannya pernah dibahas secara khusus di acara Kick Andy,” kenang Agoeng.

Keberhasilan beliau bukan disitu saja. DapurTulis pernah dipercaya membuat Annual Report ASEAN Secretariat, digunakan sebagai salah satu materi meeting ASEAN Summit 2011 di Bali. Dan dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Itu merupakan keberhasilan Agoeng Widyatmoko yang membanggakan.

Dari usahanya “DapurTulis”, agoeng sudah bisa membangun kantor didepok, jawa barat. Dan itupu dari hasil kerja kerasnya selama satu setengah tahun. “Tapi bisnis ini memang hasilnya tidak bisa dipastikan. Sebab, bisnis berbasis kreativitas tak ada patokan dasar harganya, Untuk menjaga omzet, kini kami menyasar berbagai yayasan dan LSM, karena selain pasarnya belum banyak yang menggarap, juga ada nilai sosialnya.” terangnya.

Agoeng begitu sangat bersyukur dan tidak pernah berkecil hati ketika ada musibah menimpanya, “ Dibalik kesukaran pasti ada kebaikan, kalau kita memang bisa melihat itu” Lanjutnya.

Kata Penutupan Dari Agoeng Widyatmoko :

Dalam menjalankan bisnis penulis  berani saja tidak cukup, berani itu butuh mental yang kuat, berani itu butuh kecerdasan, berani itu butuh pengorbanan dan keberanian itu harus di dampingi dengan keyakinan yang kuat bahwa kita pasti sukses.

Nah, itulah kisah sukses dari seorang wartawan yang di PHK yang kini sudah menjadi orang sukses dengan usahanya “DapurTulis”. Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi anda sebagai pembaca.

Read More  Hindari Kebakaran Mulai Dari Hal Kecil

Check Also

Bisnis Seminar Parenting Untuk Para Calon Ibu Rumah Tangga

Saat ini, banyak sekali berbagai bisnis yang menjanjikan tanpa dengan mengeluarkan modal yang besar. Dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *