Home / umum / Kisah Burung Pipit dan Petani

Kisah Burung Pipit dan Petani

Advertisement

Kisah Inspiratif ~ Satu keluarga burung pipit besarang dipohon mangga. Anak-anaknya baru menetas, belum mampu terbang. Jika siang datang kedua induknya terbang mencari makanan.

Tinggallah anak-anak burung yang masih lemah itu disarang menunggu induknya pulang. Tidak jau dari pohon itu tinggallah seorang petani dan anaknya yang tinggal dipondok kecil, tepat dibawah pohon mangga. Pondok mereka telah reyot. Berkatalah si petani pada anaknya.

“Nak, besok kita akan menebang pohon mangga ini untuk memperbaiki pondok. Pergilah kapada family kita dikampung sekarang. Meminta bantuan mereka untuk menebang pohon ini.”

Paniklah anak-anak burung pipit mendengar rencana petani tersebut. Harap-harap cemas mereka menunggu induknya pulang.

“Ayah, Ibu…, kita kita harus segera pergi dari pohon ini. Petani itu akan menebang pohon ini dengan bantuan familinya dari kampung seberang.”

Anak-anak pipit itu berkata dengan perasaan khawatir yang amat sangat. Namun, kedua induknya hanya senyum.

“Tenanglah nak, jangan khawatir. Tidak akan terjadi apa-apa besok.”

Malam itu, anak-anak pipit tidur dengan tenang. Esok paginya, sang induk kembali terbang mencari makanan. Anak-anak pipit kembali mendengar si petani dengan anaknya sedang berbicara dibawah pohon mangga.

“Ayah, family kita dikampung sekarang lagi sibuk dengan urusanya sendiri. Lagi pula, tempat mereka jauh dari sini. Meraka berjanji akan membantu nanti kalau sudah ada waktu luang,” kata si anak petani.

“Kalau begitu, Nak…. Kamu mintalah bantuan pada tetangga kita yang tidak jauh dari tempatnya. Kita harus segera memperbaiki pondok sebelum roboh terkena angin.”

Anak pipit yang semula tenang, kembali cemas mendengar perkataan petani tersebut.

“Celaka!! Kalau petani meminta bantuan tetangga tidak aka nada alas an lagi. Besok, pasti mereka menebang pohon ini.”

Induk burung pipit pun pulang dan anak-anakya menceritakan kembali recana si petani, sang induk lagi-lagi hanya tersenyum, “Tenanglah…. tidak akan terjadi apa-apa. Tidurlah kalian dengan tenang.”

Malam itu berlansung tenang hingga pagi tiba. Esoknya, induk pipit kembali terbang mencari makan. Anak-anak pipit berdiam disarang sambil mendengar perbincangan petani dan anaknya dibawah pohon mangga.

“Ayah, tetangga-tetangga kita masih kelelahan sehabis berkerja. Meraka membutuhkan waktu untuk beristirahat. Mungkin besok mereka baru bias membantu kita menebang pohon ini.” Kata si anak petani.

“Kalau begitu nak, kita tidak usah menunggu bnatuan orang lain lagi. Kita mulai menbang pohon ini besok. Tidak ada bantuan yang bias kita harapkan. Sebaiknya kita memulainya. Kita pasti mampu melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain.”

Sore harinya induk pipit pulang kesarang. Meraka heran melihat anak-anaknya bermain dengan gembira. “Kalian tanpak sudah tidak cemas dengan petani itu. Apakah kabar mereka membatalkan recana menebang pohon ini?”

“Tidak. Tapi mereka akan menebang pohon ini sendirian besok pagi. Mereka tidak akan menunggu bantuan orang lain lagi,” Kata anak-anak pipit.

Mendengar hal itu panik lah induk pipit. “Celaka! Kalau begitu malam ini juga kita harus meninggalkan pohon ini.”

Heranlah anak-anak pipit. “Mengapa engkau mencemasakan rencana mustahil itu, Ayah, Ibu? Mana mungkin mereka akan melakukannya sendirian.”

“Nak, dengarlah…! Kalau seseorang memutuskan untuk bertindak maka dia akan bertindak. Meraka tidak akan menunggu apakah ada bantuan atau keringanan dari orang lain. Mereka akan terus bertindak. Mereka benar-benar akan menebang pohon ini besok pagi. Jadi bersiaplah…. Malam ini kita harus pergi dari sini.”

Sang induk burung sebenarnya bias memutuskan untuk pindah sejak lama, apalagi dia sudah mendengar isu pohon tempatnya bersang akan ditebang. Akan tetapi dia tahu ketika orang memilih untuk membiarkan orang lain memutuskan nasibnya, menunggu orang lain untuk melaksanakan recananya maka akan lama terlaksana.

Berbeda ketika orang memutuskan untuk ACTION dan memulia dengan apa adanya sekalipun sendirian maka itu saatnya recana akan menjadi kenyataan.

“Knowing is not enough, we must apply. Willing is not enough, we must do”

“Sekedar tahu saja tidak cukup, kita harus mengaplikasikan. Sekedar ingin saja tidak cukup, kita harus melakukannya.”

~ Johann Wolfgang Von Goethe ~

Read More :  Fasilitas-Fasilitas Menarik Saat Terbang Dengan Pesawat MAS Airlines
Advertisement

Check Also

Manfaat Penggunaan Data Center

Penggunaan data center dalam perusahaan kini semakin dirasakan manfaatnya. Berbagai perusahaan pun semakin menyadari pentingnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *